Minggu, 31 Agustus 2014

Sistem Keuangan (pertemuan ke 2)


SISTEM KEUANGAN
ALIA SUGENG RAHAYU
       Dalam sistem keuangan terjadi interaksi antara unsur-unsur system tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain:
a.         Rumah tangga
Merupakan para pelaku dalam sistem keuangan di mana ada pihak yang kekurangan dana atau peminjam dan pihak yang kelebihan dana atau penabung. Rumah tangga dalam sistem keuangan dapat berupa individual maupun organisasi atau perusahaan.
b.        Lembaga pemerintah
Merupakan lembaga yang mengatur perekonomian suatu Negara dengan peraturan perundang-undangan yang sudah dibuat. Pemerintah di sini berkewajiban memberikan sarana dan prasarana untuk memperlancar dan mengembangkan perekonomian masyarakat.
c.         Lembaga keuangan
Merupakan badan usaha yang memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dan hanya dalam surat berharga. Lembaga keuangan juga memberikan jasa keuangan antara lain simpanan, kredit, proteksi asuransi, program pensiun, penyediaan mekanisme pembayaran, dan mekanisme transfer dana.
Lembaga keuangan memiliki peran pokok dalam proses pengalihan dana dalam perekonomian. Pengalihan dana ini dilakukan dengan cara membeli sekuritas primer yang diterbitkan oleh unit defisit atau unit peminjam dan dalam waktu yang sama mengeluarkan sekuritas sekunder kepada penabung atau unit surplus. Sekuritas primer antara lain dapat berupa saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya. Sedangkan sekuritas sekunder dapat berupa simpanan dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka, serifikatdeposito, polis asuransi, dan sebagainya. Bagi penabung simpanan tersebut merupakan aset finansial, sedangkan bagi bank merupakan utang.
Lembaga keuangan dalam melaksanakan tugasnya dihadapkan pada beberapa risiko. Risiko ini antara lain:
1.    Credit risk atau risiko kredit. Risiko ini terjadi apabila jumlah arus kas yang seharusnya diterima, yang berasal dari kredit yang diberikan dan atau surat-surat berharga yang dimiliki. Apabila semua nilai nominal kredit atau surat-surat berharga dibayar lunas pada saat jatuh tempo dan pembayaran bunga dilakukan secara periodic sesuai perjanjian, berarti lembaga keuangan tidak menghadapi risiko kredit.   
2.    Liquidity risk atau risiko likuiditas. Risiko ini terjadi apabila lembaga keuangan tidak memiliki dana untuk memenuhi semua penarikan oleh deposan, pemegang polis, atau pemegang unit penyertaan rekan dana terbuka.
3.    Interest rate risk atau risiko tingkat bunga. Risiko ini terjadi apabila jatuh tempo atas lembaga keuangan mengalami ketidaksesuaian jatuh tempo asset dengan kewajibannya.
4.    Market risk atau risiko pasar. Risiko ini bias terjadi apabila lembaga keuangan secara aktif memperdagangkan berbagai instrument, termasuk derivative, dibanding kalau hanya menahannya untuk investasi jangka panjang.
5.    Off Balance Sheet risk. Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan yang tidak terlihat atau tercatat dalam neracanya karena kegiatan ini tidak menyebabkan dan melibatkan terjadinya kepemilikan suatu aset atau penerbitan instrument utang.
6.    Foreign exchange risk atau risiko nilai tukar. Risiko ini terjadi apabila nilai tukar mengalami perubahan berlawanan yang mempengaruhi nilai aset dan liabilities lembaga keuangan.
7.    Country risk atau sovereign risk. Risiko ini terjadi apabila aset luar negeri yang dimiliki lembaga keuangan, misalnya surat berharga A yang diterbitkan suatu korporasi di luar negeri, tidak dapat dibayarkan atau diterima kembali sebagian atau seluruhnya oleh lembaga keuangan tersebut akibat negara atau pemerintah di mana perusahaan penerbit surat berharga A tersebut membatasi atau melarang pembayaran kembali karena terjadi kekurangan devisa atau adanya alas an politis lain.  
8.    Operational risk atau risiko operasi. Risiko ini dapat berasal dari adanya kegagalan/ kerusakan/ gangguan terhadap tehnologi atau dukungan system dalam kegiatan operasional lembaga keuangan.
9.    Insolvency risk. Risiko ini terjadi apabila ketika modal lembaga keuangan tidak mencukupi untuk menutupi semua kerugiannya.
d.        Pasar keuangan
Adalah pasar di mana aset keuangan diterbitkan dan diperdagangkan. Pasar keuangan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, antara lain:
1.    Deptmarket, merupakan pasar yang memperjualbelikan instrument utang.
2.    Equity market, merupakan pasar yang memperjualbelikan klaim kepemilikikan.
3.    Capital market, merupakan pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga jangka panjang, yaitu di atas 12 bulan.
4.    Primary market, merupakan pasar di mana perusahaan-perusahaan menerbitkan instrument keuangan yang baru pertama kalinya dijual atau ditawarkan.
5.    Secondary market, merupakan pasar yang memperdagangkan instrument keuangan yang sebelumnya dijual di pasar perdana.
6.    Cash market, merupakan pasar yang pada saat transaksinya langsung dilakukan pembayaran dan serah terima aset keuangan.
Sistem keuangan di Indonesia terdiri atas:
a.         Otoritas keuangan
Otoritas keuangan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan di bidang keuangan dan perbankan.
b.        Bank Indonesia
BI merupakan Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya sesuai UU no. 3 Tahun 2004.
c.         Department keuangan
Merupakan lembaga pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
d.        Lembaga Penjamin Simpanan
Merupakan lembaga keuangan yang berstatus independent yang tugas pokoknya member jaminan atas simpanan kepada nasabah bank.







REFERENSI  :
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan; Kebijakan Moneter dan Perbankan (edisi 5). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bukhari, Subroto. 2012. Stabilitas Sistem Keuangan.  http://bagiinfokuliah.blogspot.com/2012/05/stabilitas-sistem-keuangan.html, diakses tanggal 26 Agustus 2014.
Hasni, Ardilla dkk. 2013. Sistem Keuangan Indonesia. http://ampundeh.wordpress.com/2013/06/24/sistem-keuangan-indonesia/ , diakses tanggal 31 Agustus 2014.




Read more »

Sistem keuangan2


SISTEM KEUANGAN
ALIA SUGENG RAHAYU
       Dalam sistem keuangan terjadi interaksi antara unsur-unsur system tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain:
a.         Rumah tangga
Merupakan para pelaku dalam sistem keuangan di mana ada pihak yang kekurangan dana atau peminjam dan pihak yang kelebihan dana atau penabung. Rumah tangga dalam sistem keuangan dapat berupa individual maupun organisasi atau perusahaan.
b.        Lembaga pemerintah
Merupakan lembaga yang mengatur perekonomian suatu Negara dengan peraturan perundang-undangan yang sudah dibuat. Pemerintah di sini berkewajiban memberikan sarana dan prasarana untuk memperlancar dan mengembangkan perekonomian masyarakat.
c.         Lembaga keuangan
Merupakan badan usaha yang memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dan hanya dalam surat berharga. Lembaga keuangan juga memberikan jasa keuangan antara lain simpanan, kredit, proteksi asuransi, program pensiun, penyediaan mekanisme pembayaran, dan mekanisme transfer dana.
Lembaga keuangan memiliki peran pokok dalam proses pengalihan dana dalam perekonomian. Pengalihan dana ini dilakukan dengan cara membeli sekuritas primer yang diterbitkan oleh unit defisit atau unit peminjam dan dalam waktu yang sama mengeluarkan sekuritas sekunder kepada penabung atau unit surplus. Sekuritas primer antara lain dapat berupa saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya. Sedangkan sekuritas sekunder dapat berupa simpanan dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka, serifikatdeposito, polis asuransi, dan sebagainya. Bagi penabung simpanan tersebut merupakan aset finansial, sedangkan bagi bank merupakan utang.
Lembaga keuangan dalam melaksanakan tugasnya dihadapkan pada beberapa risiko. Risiko ini antara lain:
1.    Credit risk atau risiko kredit. Risiko ini terjadi apabila jumlah arus kas yang seharusnya diterima, yang berasal dari kredit yang diberikan dan atau surat-surat berharga yang dimiliki. Apabila semua nilai nominal kredit atau surat-surat berharga dibayar lunas pada saat jatuh tempo dan pembayaran bunga dilakukan secara periodic sesuai perjanjian, berarti lembaga keuangan tidak menghadapi risiko kredit.   
2.    Liquidity risk atau risiko likuiditas. Risiko ini terjadi apabila lembaga keuangan tidak memiliki dana untuk memenuhi semua penarikan oleh deposan, pemegang polis, atau pemegang unit penyertaan rekan dana terbuka.
3.    Interest rate risk atau risiko tingkat bunga. Risiko ini terjadi apabila jatuh tempo atas lembaga keuangan mengalami ketidaksesuaian jatuh tempo asset dengan kewajibannya.
4.    Market risk atau risiko pasar. Risiko ini bias terjadi apabila lembaga keuangan secara aktif memperdagangkan berbagai instrument, termasuk derivative, dibanding kalau hanya menahannya untuk investasi jangka panjang.
5.    Off Balance Sheet risk. Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan yang tidak terlihat atau tercatat dalam neracanya karena kegiatan ini tidak menyebabkan dan melibatkan terjadinya kepemilikan suatu aset atau penerbitan instrument utang.
6.    Foreign exchange risk atau risiko nilai tukar. Risiko ini terjadi apabila nilai tukar mengalami perubahan berlawanan yang mempengaruhi nilai aset dan liabilities lembaga keuangan.
7.    Country risk atau sovereign risk. Risiko ini terjadi apabila aset luar negeri yang dimiliki lembaga keuangan, misalnya surat berharga A yang diterbitkan suatu korporasi di luar negeri, tidak dapat dibayarkan atau diterima kembali sebagian atau seluruhnya oleh lembaga keuangan tersebut akibat negara atau pemerintah di mana perusahaan penerbit surat berharga A tersebut membatasi atau melarang pembayaran kembali karena terjadi kekurangan devisa atau adanya alas an politis lain.  
8.    Operational risk atau risiko operasi. Risiko ini dapat berasal dari adanya kegagalan/ kerusakan/ gangguan terhadap tehnologi atau dukungan system dalam kegiatan operasional lembaga keuangan.
9.    Insolvency risk. Risiko ini terjadi apabila ketika modal lembaga keuangan tidak mencukupi untuk menutupi semua kerugiannya.
d.        Pasar keuangan
Adalah pasar di mana aset keuangan diterbitkan dan diperdagangkan. Pasar keuangan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, antara lain:
1.    Deptmarket, merupakan pasar yang memperjualbelikan instrument utang.
2.    Equity market, merupakan pasar yang memperjualbelikan klaim kepemilikikan.
3.    Capital market, merupakan pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga jangka panjang, yaitu di atas 12 bulan.
4.    Primary market, merupakan pasar di mana perusahaan-perusahaan menerbitkan instrument keuangan yang baru pertama kalinya dijual atau ditawarkan.
5.    Secondary market, merupakan pasar yang memperdagangkan instrument keuangan yang sebelumnya dijual di pasar perdana.
6.    Cash market, merupakan pasar yang pada saat transaksinya langsung dilakukan pembayaran dan serah terima aset keuangan.
Sistem keuangan di Indonesia terdiri atas:
a.         Otoritas keuangan
Otoritas keuangan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan di bidang keuangan dan perbankan.
b.        Bank Indonesia
BI merupakan Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya sesuai UU no. 3 Tahun 2004.
c.         Department keuangan
Merupakan lembaga pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
d.        Lembaga Penjamin Simpanan
Merupakan lembaga keuangan yang berstatus independent yang tugas pokoknya member jaminan atas simpanan kepada nasabah bank.







REFERENSI  :
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan; Kebijakan Moneter dan Perbankan (edisi 5). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bukhari, Subroto. 2012. Stabilitas Sistem Keuangan.  http://bagiinfokuliah.blogspot.com/2012/05/stabilitas-sistem-keuangan.html, diakses tanggal 26 Agustus 2014.
Hasni, Ardilla dkk. 2013. Sistem Keuangan Indonesia. http://ampundeh.wordpress.com/2013/06/24/sistem-keuangan-indonesia/ , diakses tanggal 31 Agustus 2014.




Read more »

Sistem keuangan2


SISTEM KEUANGAN
ALIA SUGENG RAHAYU
       Dalam sistem keuangan terjadi interaksi antara unsur-unsur system tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain:
a.         Rumah tangga
Merupakan para pelaku dalam sistem keuangan di mana ada pihak yang kekurangan dana atau peminjam dan pihak yang kelebihan dana atau penabung. Rumah tangga dalam sistem keuangan dapat berupa individual maupun organisasi atau perusahaan.
b.        Lembaga pemerintah
Merupakan lembaga yang mengatur perekonomian suatu Negara dengan peraturan perundang-undangan yang sudah dibuat. Pemerintah di sini berkewajiban memberikan sarana dan prasarana untuk memperlancar dan mengembangkan perekonomian masyarakat.
c.         Lembaga keuangan
Merupakan badan usaha yang memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dan hanya dalam surat berharga. Lembaga keuangan juga memberikan jasa keuangan antara lain simpanan, kredit, proteksi asuransi, program pensiun, penyediaan mekanisme pembayaran, dan mekanisme transfer dana.
Lembaga keuangan memiliki peran pokok dalam proses pengalihan dana dalam perekonomian. Pengalihan dana ini dilakukan dengan cara membeli sekuritas primer yang diterbitkan oleh unit defisit atau unit peminjam dan dalam waktu yang sama mengeluarkan sekuritas sekunder kepada penabung atau unit surplus. Sekuritas primer antara lain dapat berupa saham, obligasi, commercial paper, dan sebagainya. Sedangkan sekuritas sekunder dapat berupa simpanan dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka, serifikatdeposito, polis asuransi, dan sebagainya. Bagi penabung simpanan tersebut merupakan aset finansial, sedangkan bagi bank merupakan utang.
Lembaga keuangan dalam melaksanakan tugasnya dihadapkan pada beberapa risiko. Risiko ini antara lain:
1.    Credit risk atau risiko kredit. Risiko ini terjadi apabila jumlah arus kas yang seharusnya diterima, yang berasal dari kredit yang diberikan dan atau surat-surat berharga yang dimiliki. Apabila semua nilai nominal kredit atau surat-surat berharga dibayar lunas pada saat jatuh tempo dan pembayaran bunga dilakukan secara periodic sesuai perjanjian, berarti lembaga keuangan tidak menghadapi risiko kredit.   
2.    Liquidity risk atau risiko likuiditas. Risiko ini terjadi apabila lembaga keuangan tidak memiliki dana untuk memenuhi semua penarikan oleh deposan, pemegang polis, atau pemegang unit penyertaan rekan dana terbuka.
3.    Interest rate risk atau risiko tingkat bunga. Risiko ini terjadi apabila jatuh tempo atas lembaga keuangan mengalami ketidaksesuaian jatuh tempo asset dengan kewajibannya.
4.    Market risk atau risiko pasar. Risiko ini bias terjadi apabila lembaga keuangan secara aktif memperdagangkan berbagai instrument, termasuk derivative, dibanding kalau hanya menahannya untuk investasi jangka panjang.
5.    Off Balance Sheet risk. Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan yang tidak terlihat atau tercatat dalam neracanya karena kegiatan ini tidak menyebabkan dan melibatkan terjadinya kepemilikan suatu aset atau penerbitan instrument utang.
6.    Foreign exchange risk atau risiko nilai tukar. Risiko ini terjadi apabila nilai tukar mengalami perubahan berlawanan yang mempengaruhi nilai aset dan liabilities lembaga keuangan.
7.    Country risk atau sovereign risk. Risiko ini terjadi apabila aset luar negeri yang dimiliki lembaga keuangan, misalnya surat berharga A yang diterbitkan suatu korporasi di luar negeri, tidak dapat dibayarkan atau diterima kembali sebagian atau seluruhnya oleh lembaga keuangan tersebut akibat negara atau pemerintah di mana perusahaan penerbit surat berharga A tersebut membatasi atau melarang pembayaran kembali karena terjadi kekurangan devisa atau adanya alas an politis lain.  
8.    Operational risk atau risiko operasi. Risiko ini dapat berasal dari adanya kegagalan/ kerusakan/ gangguan terhadap tehnologi atau dukungan system dalam kegiatan operasional lembaga keuangan.
9.    Insolvency risk. Risiko ini terjadi apabila ketika modal lembaga keuangan tidak mencukupi untuk menutupi semua kerugiannya.
d.        Pasar keuangan
Adalah pasar di mana aset keuangan diterbitkan dan diperdagangkan. Pasar keuangan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, antara lain:
1.    Deptmarket, merupakan pasar yang memperjualbelikan instrument utang.
2.    Equity market, merupakan pasar yang memperjualbelikan klaim kepemilikikan.
3.    Capital market, merupakan pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga jangka panjang, yaitu di atas 12 bulan.
4.    Primary market, merupakan pasar di mana perusahaan-perusahaan menerbitkan instrument keuangan yang baru pertama kalinya dijual atau ditawarkan.
5.    Secondary market, merupakan pasar yang memperdagangkan instrument keuangan yang sebelumnya dijual di pasar perdana.
6.    Cash market, merupakan pasar yang pada saat transaksinya langsung dilakukan pembayaran dan serah terima aset keuangan.
Sistem keuangan di Indonesia terdiri atas:
a.         Otoritas keuangan
Otoritas keuangan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan di bidang keuangan dan perbankan.
b.        Bank Indonesia
BI merupakan Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya sesuai UU no. 3 Tahun 2004.
c.         Department keuangan
Merupakan lembaga pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).
d.        Lembaga Penjamin Simpanan
Merupakan lembaga keuangan yang berstatus independent yang tugas pokoknya member jaminan atas simpanan kepada nasabah bank.







REFERENSI  :
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan; Kebijakan Moneter dan Perbankan (edisi 5). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Bukhari, Subroto. 2012. Stabilitas Sistem Keuangan.  http://bagiinfokuliah.blogspot.com/2012/05/stabilitas-sistem-keuangan.html, diakses tanggal 26 Agustus 2014.
Hasni, Ardilla dkk. 2013. Sistem Keuangan Indonesia. http://ampundeh.wordpress.com/2013/06/24/sistem-keuangan-indonesia/ , diakses tanggal 31 Agustus 2014.




Read more »